-->
  • Jelajahi

    Copyright © Taukah Anda ?
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Manusia dengan Umur Terpanjang yang Pernah Tercatat dalam Sejarah Moderen (umur lebih dari 2,5 abad)

    Minggu, 25 Oktober 2020, 12:39 WIB
    wikipedia.org

    taukah-anda.com - Sepanjang sejarah Manusia senantiasa mencari dan mendambakan hidup dalam keabadian. Sudah banyak mitos, cerita, dan legenda dari berbagai suku bangsa yang menceritakan berbagai usaha manusia untuk mencapai keabadian itu, atau sekadar memiliki umur lebih panjang dari orang pada umumnya. Bahkan sampai kekinian orang masih mencari berbagai cara dan metode untuk mencapainya, baik dengan obat, operasi, perilaku atau cara lainnya.

    Sejarawan Yunani kuno Herodotus, misalnya, menulis kisah air mancur ajaib di Ethiopia yang konon bisa membuat manusia awet muda saat mandi di air tersebut. Dalam kitab perjanjian lama tentang Metusalah (kakek Nuh) disebutkan bahwa ia meninggal di usia yang terbilang tidak biasa, 720 hingga 969 tahun. Umur panjang juga didokumentasikan dalam sejarah Jepang Kojiko, di mana para kaisar di sana mampu menjalankan pemerintah selama lebih dari satu abad.

    Namun percaya atau tidak, di dunia moderen ini ada manusia yang tercatat bisa melampaui umur manusia pada umumnya dan berhasil hidup mencapai lebih dari 2,5 abad. Dialah Li Ching-Yuen atau Li Ching-Yun

    Li Ching-Yuen adalah seorang ahli bela diri, dukun dan penasehat taktis dari Tiongkok. Li tinggal di provinsi Sichuan di Tiongkok dimana umur panjang melambangkan kebesaran seseorang. Pada saat usianya 10 tahun, ia sudah berkelana ke Kansu, Shansi, Tibet, Annam, Siam, dan Manchuria untuk mengumpulkan tanaman obat. Ia terus mengumpulkan tanaman obat hingga berumur 100 tahun.

    Tanggal dan tahun kelahirannya masih diperdebatkan, menurut Li, ia lahir tahun 1736. Namun pada tahun 1930, seorang profesor dari departemen pendidikan Universitas Chengdu yang bernama Wu Chung Chieh menemukan sebuah catatan dari kerajaan Tiongkok yang memberikan ucapan selamat kepada Li Ching Yun atas ulang tahunnya yang ke-150 tahun.

    Ucapan selamat itu diberikan pada tahun 1827. Apabila pada tahun 1827 ia berulang tahun ke-150, maka itu berarti catatan kerajaan menunjukkan bahwa Li lahir pada tahun 1677 dan saat meninggal pada tahun 1933, ia berumur 256 tahun

    Umur yang begitu panjang membuat beberapa orang meragukan kebenarannya. Tapi faktanya, Wu Chung-Chieh menemukan serangkaian bukti berupa catatan pemerintah Kekaisaran China yang mendukung keberadaan Li Ching-Yuen dari tahun 1827 dan 1877.

    Salah satu catatan yang ditemukan adalah ucapan ulang tahun seseorang kepada Li yang kala itu berusia 150 tahun. Ucapan ulang tahun kembali dibuat saat ia menginjak usia 200 tahun. Penemuan ini kemudian diterbitkan dalam sebuah artikel The New York Times tahun 1928.

    Wartawan The New York Times bahkan mencoba menyelidiki kebenaran itu dengan mendatangi kampung halaman Li. Saat tiba di sana, dia menemukan banyak pria tua yang tinggal di sana dan mengatakan bahwa Li sudah dewasa saat kakek mereka masih anak-anak. Dari situ ia yakin, Li tampaknya telah menjadi manusia tertua di dunia.

    Kisah Li Ching-Yuen

    Li menjalani profesinya sebagai dukun di usia 10 tahun, ia mengumpulkan tumbuhan seperti lingzhi, goji berry, ginseng liar, he shou wu, dan gotu kola, yang didapat dari pegunungan China. Ia juga kerap melakukan perjalanan ke Kansu, Sansi, Tibet, Annam Siam, dan Manchuria untuk mengumpulkan tumbuhan dan membuat ramuan dari berbagai tumbuhan.

    Pengetahuannya yang luas tentang tumbuhan membuat Li menemukan berbagai khasiat obat yang dapat meningkatkan umur panjang seseorang. Selain membuat jamu-jamuan, dia juga diketahui punya diet unik dengan mengonsumsi jenis jamu dan anggur beras. Li juga memetik jamur liar dengan kandungan tertentu seperti red reish yang diyakini dapat membantu meningkatkan energi dan seksualitas.

    Seiring dengan dietnya yang menyehatkan, Li juga sangat percaya pada olahraga dan kebugaran. Menurut salah satu murid Li, ia pernah bertemu dengan pria berusia 500 tahun yang mengajari Li latihan Qigong dan pernapasan. Kedua latihan itu bisa membantu memperpanjang umur hingga mencapai rekor tertinggi. Diet herbal dibarengi dengan latihan Qigong diyakini menjadi kunci rahasia umur panjangnya.

    Pada usia 71 tahun, tepatnya pada 1749, Li bergabung dengan tentara China menjadi seorang instruktur seni bela diri. Di usia yang terbilang tua bagi manusia biasa, Li mampu mengerjakan pekerjaan yang sangat melelahkan. Namun, alih-alih kelelahan, kesehatan Li justru semakin luar biasa.

    Setelah menjalankan tugas di militer, dia pensiun dan kembali bekerja mengumpulkan berbagai jenis tanaman. Li mulai menjual tanaman dan jamu buatannya kepada orang lain. Ia sangat dihormati dan dicintai oleh masyarakat di sana. Li dikabarkan menikah 23 kali, dan menjadi ayah bagi 200 anak. Saat meninggal pada 1933, ia meninggalkan istri ke-23 yang saat itu berusia 60 tahun.

    Rahasia Berumur Panjang

    Selain mengonsumsi bahan-bahan herbal, dokumen tersebut juga menjelaskan rahasia lain yang membuat Yuen dapat berumur panjang.

    Pada 1877, ketika pemerintah Kekaisaran China memberi ucapan ulang tahun yang ke 200, Li dipanggil seorang jenderal militer bernama Wu Pei-fu ke rumahnya untuk menanyakan rahasia umur panjang. Li hanya berkata:

    “Jagalah hati dengan tenang, duduklah seperti kura-kura, berjalan dengan lincah seperti merpati, dan tidur seperti anjing,” katanya". Ini adalah kata-kata nasihat yang diberikan Yuen kepada Wu Pei-fu, seorang panglima perang yang ingin mengetahui rahasia agar dapat berumur panjang," ujar Wu.

    Yuen mempertahankan ketenangan batin dan ketenangan pikiran yang dikombinasikan dengan teknik pernapasan. Pola diet makanan herbal juga memainkan peran besar agar tubuh Yuen tetap sehat.

    Pertanyaannya, apakah klaim tersebut masuk akal?

    Rata-rata usia manusia sekitar 70-85 tahun. Masih dianggap masuk akal jika ada seseorang yang dapat bertahan hidup lebih dari 100 tahun.

    Namun, tak wajar rasanya jika ada seseorang yang mampu bertahan hidup dengan usia lebih dari 200 tahun.

    Meski demikian ada pula orang yang menganggapnya sebagai sesuatu hal yang nyata.

    Sebab, pada zaman dahulu, orang-orang di dunia tak dihadapkan dengan sesuatu hal yang melelahkan. Mereka tak menghadapi tekanan utang piutang, mereka tak menghirup udara yang tercemar polisi, dan melakukan aktivitas secara teratur.

    Selain itu, alasan yang membuat hal ini mungkin terjadi karena pola makan mereka yang tak mengonsumsi gula berlebihan atau sayuran yang disemprot dengan pestisida. Daging yang mereka makan juga pun tak berlemak.

    Hidup berdampingan dengan alam adalah salah satu faktor usia mereka. Berlatih teknik pernapasan dan meditasi telah terbukti dapat memperbaiki kesehatan mental, fisik dan emosional sehingga tidur mereka pun nyenyak.

    Steven Bancarz, pendiri ‘Spirit Science and Metaphysics’ menulis, “Tapi mengapa kita tidak percaya bahwa orang bisa hidup sepanjang ini?”

    Dalam sebuah artikel yang diterbitkan theeventchronicle.com, Bancarz menulis bahwa mencapai usia panjang seperti Li mungkin dengan beberapa argumen. Li tidak hidup pada era di mana orang mengalami stres karena memikirkan utang; mereka tidak menghirup udara kota yang penuh polusi; mereka selalu bergerak. Mereka tidak mengonsumsi gula atau tepung atau makanan yang sudah terkena pestisida. Mereka tidak hidup dengan standar diet orang Amerika.

    Mereka tidak makan makanan berlemak, gula, dan makanan dari hasil rekayasa genetik. Mereka tidak mengenal obat antibiotik. Mereka tidak minum alkohol dan tidak merokok. Mereka tidak hanya diet makanan cepat saji tapi juga mengonsumsi tumbuhan yang berguna buat organ dan sistem imunisasi.

    Mereka juga memanfaatkan waktu luang untuk latihan pernapasan dan meditasi yang terbukti bisa memperbaiki kesehatan mental, fisik, dan spiritual. Mereka menghadapi setiap persoalan dengan tenang, berangkat tidur tepat waktu, dan menghabiskan banyak waktu di alam di bawah matahari.

    Ketika kita rileks di bawah sinar matahari, seketika itu juga kita merasa segar. Bayangkan kalau kita menjalani gaya hidup di atas di pegunungan dan mengombinasikan itu dengan mental yang sempurna, spiritual, dan fisik yang baik?

    “Saya tidak ragu semenit pun bahwa bila kita semua melakukan hal-hal tersebut di atas, hidup 100 tahun akan menjadi biasa. Bila kita melatih tubuh kita dengan benar, siapa tahu kita bisa hidup lama?” tulis Bancarz.

    Semoga informasi di atas bermanfaat ya, dan jangan lupa kunjungi fakta unik dan menarik lainnya dari laman Taukah Anda

    sumber : dirangkum dari berbagai sumber
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Sejarah

    +