Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

10 Gereja Paling Indah di Dunia, bak Istana Kerajaan di Negeri Dongeng

taukah-anda.com - Selain digunakan untuk tempat beribadah, Gereja juga seringkali dihias dengan sangat menarik untuk memberikan kenyamanan saat mengunjunginya sehingga seringkali juga dijadikan tempat wisata. Apalagi jika gereja tersebut bersejarah dan diesain dengan unik dan menarik. Saking uniknya, kadang orang mengira bangunan tersebut lebih mirip istana, bukan gereja.

Seperti beberapa gereja paling unik dan indah di bawah ini:

1. Notre Dame Cathedral, Paris - Prancis.
tripsavvy.com
Katedral ini dipandang sebagai salah satu contoh terbaik arsitektur Gothik Prancis. Penambahan kubah bertulang dan penopang layang, jendela mawar raksasa yang puspawarna, gaya naturalisme, dan hiasan pahatan membuat Notre-Dame tampil berbeda dibandingkan dengan arsitektur Romanesque lama. Dinamai dalam bahasa prancis yang berarti Bunda Kami dari Paris

Katedral ini mulai dibangun tahun 1160 dan hampir rampung tahun 1260, tetapi masih terus mengalami perubahan selama beberapa abad selanjutnya. Pada tahun 1790-an, Notre-Dame dirusak di tengah Revolusi Prancis; banyak karya seni keagamaan yang rusak atau hancur.

Tidak lama setelah novel Victor Hugo, The Hunchback of Notre Dame, terbit tahun 1831, masyarakat mulai tertarik dengan pelestarian katedral ini. Proyek pemugaran besar-besaran dilakukan tahun 1845 di bawah pengawasan Eugène Viollet-le-Duc dan berlangsung selama 25 tahun. Sejak 1963, sisi depan katedral dibersihkan dari kotoran yang sudah mengendap berabad-abad dan dikembalikan sesuai warna aslinya. Aktivitas pembersihan dan pemugaran juga dilakukan tahun 1991–2000.

Sebagai katedral Keuskupan Agung Paris, Notre-Dame merupakan cathedra Uskup Agung Paris (Michel Aupetit). 12 juta orang mengunjungi Notre-Dame setiap tahunnya. Katedral ini merupakan monumen yang paling banyak dikunjungi di Paris.

Pada tanggal 15 April 2019, katedral ini terbakar dan rusak parah. Menara utama beserta atapnya runtuh.

2. Borgund Stave Church, Norwegia
matadornetwork.com
Merupakan bangunan arsitektur kayu tertua di Norwegia yang didedikasikan untuk Apostle Andre. Kini, gereja itu dijadikan museum yang bisa dikunjungi kapan saja

Gereja Borgund Stave dibangun antara tahun 1180 dan 1250 M dengan tambahan dan restorasi. Dindingnya dibentuk oleh papan kayu vertikal, atau paranada, karenanya nama "gereja paranada" (stave church).

3. St. Basil's Cathedral, Moscow - Rusia
tripsavvy.com
Gereja dengan kubah yang berbentuk bawang warna-warni. Ternyata gereja di Red Square, Moscow, Rusia, ini dijadikan museum

Pembangunan katedral ini diprakarsai oleh Ivan IV Vasilyevich dan dibangun antara 1555 dan 1561 di Moskwa untuk memperingati direbutnya Kekhanan Kazan. Pada 1588 Tsar Fedor Ivanovich menambahkan sebuah kapel di sisi timur di atas kuburan Basil yang Diberkati (yurodivy Vassily Blazhenny), seorang santo Ortodoks Rusia yang dijadikan sebagai nama katedral ini.

Katedral Santo Basil terletak di ujung sebelah tenggara Lapangan Merah, persis di seberang Menara Spasskaya dari Kremlin. Bangunan ini tidak begitu besar, dan terdiri dari sembilan kapel dibangun dengan fondasi tunggal. Rancangan katedral ini mengikuti gereja-gereja beratap kerucut pada masa yang sama, khususnya Gereja Kenaikan di Kolomenskoye (1530) dan Gereja Pemenggalan Kepala Santo Yohanes Pembaptis di Dyakovo (1547).

Di sebuah taman di depan katedral berdiri sebuah patung tembaga untuk memperingati Dmitry Pozharsky dan Kuzma Minin, yang mengumpulkan pasukan relawan Rusia dalam menghadapi serbuan Polandia pada Masa Kesusahan pada akhir abad ke-17 dan awal abad ke-18. Patung ini mulanya ditempatkan di tengah Lapangan Merah, tetapi pemerintah Soviet merasa patung itu menghalangi parade, dan oleh karena itu patung kemudian dipindah di depan katedral tahun 1936.

Konsep awal katedral ini adalah sebuah kumpulan kapel, masing-masing dipersembahkan kepada setiap santo yang hari pestanya jatuh pada saat Tsar menang dalam suatu pertempuran. Namun pembangunan sebuah menara tunggal mempersatukan ruang-ruang ini menjadi satu katedral. Menurut legenda, Ivan memerintahkan agar sang arsitek, Postnik Yakovlev, dijadikan buta agar ia tidak membangun bangunan yang lebih indah untuk orang lain.

Belakangan muncul spekulasi bahwa unsur-unsur tertentu dari monumen-monumen Timur Lenk di Samarkand atau unsur dari Masjid Qolsharif di Kazan digambarkan di katedral ini karena masjid tersebut adalah lambang dari Kekhanan Kazan. Namun rupa asli masjid itu sendiri tidak diketahui.

4. Kamppi Chapel, Helsinki - Finlandia
area-arch.it
Gereja dengan bangunan megah berwarna putih ini terkenal sebagai Chapel of Silence. Letaknya di Narinkkatori square, Helsinki, Finlandia. Kapel ini bersifat ekumenis dan menyambut semua orang tanpa memandang agama, filosofi hidup atau latar belakang. Perwakilan dari kedua paroki dan Departemen Layanan Sosial tersedia di kapel untuk diskusi pribadi.

Kapel ini dibangun sebagai bagian dari program World Design Capital pada tahun 2012. Kapel ini dirancang oleh arsitek Kimmo Lintula, Niko Sirola dan Mikko Summanen dari K2S Architects Ltd., dan memenangkan International Architecture Awards pada 2010. Kapel menjadi populer segera setelah dibuka: sekitar 250.000 orang telah mengunjungi pada Januari 2013; setahun kemudian kapel menerima pengunjung ke-500.000. CNN menyebut bangunan itu sebagai tengara arsitektur dan berkata: "Kapel menunjukkan bagaimana arsitektur kontemporer yang terbaik dapat memesona dan menginspirasi."

5. Chapel of the Holy Cross, Arizona
redsedona.com
Gereja ini berada di antara bebatuan yang menawarkan pemandangan spektakuler, khususnya saat matahari terbenam. Kapel itu diilhami dan ditugaskan oleh pemilik peternakan dan pematung lokal, Marguerite Brunswig Staude, yang telah diilhami pada tahun 1932 oleh Empire State Building yang baru dibangun untuk membangun gereja seperti itu. Setelah upaya untuk melakukannya di Budapest, Hongaria (dengan bantuan Lloyd Wright, putra arsitek Frank Lloyd Wright) ditinggalkan karena pecahnya Perang Dunia II, ia memutuskan untuk membangun gereja di wilayah asalnya.

Richard Hein terpilih sebagai arsitek proyek, dan desainnya oleh arsitek Agustus K. Strotz, keduanya dari perusahaan Anshen & Allen. Kapel ini dibangun di atas tanah Hutan Nasional Coconino; almarhum Senator Barry Goldwater membantu Staude dalam memperoleh izin penggunaan khusus. Pengawas konstruksi adalah Fred Courkos, yang membangun kapel dalam 18 bulan dengan biaya US $ 300.000. Kapel tersebut selesai dibangun pada tahun 1956.

American Institute of Architects memberi Kapel Penghargaan Kehormatan pada tahun 1957. Dalam kata-kata pematung, "Meskipun beragama Katolik, sebagai sebuah karya seni, Kapel memiliki daya tarik universal. Pintunya akan terbuka untuk semua dan semua, terlepas dari dari keyakinan, bahwa Allah dapat hidup dalam jiwa semua manusia dan menjadi kenyataan yang hidup. "

Pada tahun 2007, kaum Arizon memilih Kapel sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Buatan Manusia Arizona,

6. Cathedral of Brasilia, Brasil
saatchiart.com
Katedral ini dibangun dari 16 pilar beton dengan berat masing-masing 90 ton. Pilar-pilar ini berbentuk seperti tangan yang menengadah ke langit

Landasan diletakkan pada 15 September 1958, dan struktur selesai pada 21 April 1960, dengan hanya struktur atap yang terlihat di atas tanah. Begitu masa jabatan presiden Juscelino Kubitschek berakhir, dorongan besar untuk menyelesaikan banyak struktur di Brasilia terhenti. Meskipun kemungkinan bahwa Kubitschek bermaksud katedral sebagai "katedral ekumenis" untuk dibayar oleh negara dan terbuka untuk semua agama, pemerintah setelah itu tidak menyediakan dana, dan bangunan itu akhirnya diserahkan kepada Gereja Katolik untuk menyelesaikan.

Katedral ini ditahbiskan pada 12 Oktober 1968 (masih tanpa atap), dan secara resmi dibuka oleh Kardinal D. Eugenio Salles pada tanggal 31 Mei 1970. Pembaptisan ovoid didedikasikan pada tanggal 5 Oktober 1977, dan katedral dinyatakan sebagai nasional. monumen bersejarah dan artistik pada 15 Juli 1990. Katedral ini dikunjungi 1.000.000 pengunjung setiap tahun

Bersamaan dengan peringatan 50 tahun Brasilia, renovasi besar dimulai pada tanggal 21 April 2012 untuk memperbarui dan memperbaiki bangunan dan infrastruktur, dan mengatasi masalah dengan atap. Kaca eksterior sedang diganti, dan kaca patri asli yang dirancang oleh Marianne Peretti (yang menggunakan kaca buatan tangan dan dengan demikian sangat bervariasi ketebalannya) digantikan oleh potongan kaca seragam dan dirakit di Brasil dari pelat yang diproduksi di Jerman. Selain perbaikan atap, semua permukaan marmer akan dipoles, beton diperbaiki dan dicat, malaikat di nave akan dibersihkan dan dipasang kembali, dan mekanisme bel akan diganti. Katedral akan dibuka untuk umum selama renovasi.

7. Las Lajas Cathedral, Kolombia
heneedsfood.com
Gereja ini dikenal sebagai salah satu monumen arsitektur yang indah, karena dibangun di tebing, tempat Sungai Guitara mengalir

Inspirasi untuk penciptaan gereja adalah peristiwa ajaib yang konon terjadi pada 1754, ketika Amerindian Maria Meneses de Quiñones dan putrinya yang bisu tuli Rosa terjebak dalam badai yang sangat kuat. Keduanya mencari perlindungan di antara Lajas raksasa, ketika, yang mengejutkan Mueces, putrinya Rosa berseru "Mestiza memanggil saya" dan menunjuk ke siluet cahaya-terang di atas laja. Penampakan Bunda Maria ini memicu ziarah populer ke situs itu dan laporan-laporan sesekali tentang kasus penyembuhan ajaib. Gambar di atas batu itu masih terlihat sampai sekarang.

Keberadaan kuil di lokasi ini dicatat dalam kisah perjalanan biarawan Juan de Santa Gertrudis melalui wilayah selatan Kerajaan Baru Granada antara 1756 dan 1764. Kuil pertama dibangun di sini di pertengahan abad ke-18 dari jerami dan kayu. Itu diganti dengan kuil baru yang lebih besar pada 1802, yang pada gilirannya diperluas dan dihubungkan ke sisi berlawanan ngarai dengan jembatan.

Gereja saat ini dibangun antara 1 Januari 1916, dan 20 Agustus 1949, dengan sumbangan dari pengunjung gereja setempat. Tingginya 100 meter (330 kaki) dari dasar ngarai dan terhubung ke sisi berlawanan ngarai dengan jembatan setinggi 50 meter (160 kaki).

Kuil Bunda Maria dari Las Lajas adalah sebuah gereja basilika Katolik Roma yang didedikasikan untuk pemujaan Bunda Maria dari Las Lajas Ipiales. Terletak di Kolombia selatan dan telah menjadi tujuan wisata dan ziarah sejak abad ke-18. Franciscan Spanyol Juan de Santa Gertrudis (1724-1799) menyebutkan tempat suci dalam Buku III, Bagian 2, dari kronik empat jilid dari perjalanan 1756-62 di bagian selatan Kerajaan Granada Baru (berjudul "Keajaiban Alam"). Ini mungkin referensi tertua tentang keberadaannya.

8. Church of the Holy Sepulchre, Jerussalem - Israel
thoughtco.com
Gereja ini dikenal sebagai tempat Yesus disalib dan dikubur di Jerussalem, Israel. Terdapat kubah di atasnya menyerupai masjid

Gereja Makam Kudus (bahasa Latin: Sanctum Sepulchrum, bahasa Inggris: Church of the Holy Sepulchre) adalah gereja Kristen di Kota Lama Yerusalem. Situs tradisional Golgota, di dalam gereja "Gereja Makam Kudus".

Situs ini dipercaya oleh banyak orang Kristen sebagai Golgota, tempat Yesus disalibkan, dan kubur Yesus yang kosong, di mana dikatakan Ia pernah dikuburkan, tetapi kemudian bangkit dari kematian. Gereja ini menjadi tujuan peziarahan Kristen sejak abad ke-4, sebagai tempat wafat dan kebangkitan Yesus.

Gedung gereja ini menggunakan model arsitektur kubah, sebagaimana bangunan gereja dan masjid di seluruh penjuru Tanah Suci Tiga Agama Samawi. Bagaimanapun, model arsitektur kubah pada awalnya merupakan milik gereja Ortodoks Bizantium yang kemudian dilestarikan oleh Islam ketika tentara Islam merebut wilayah-wilayah politik Kekaisaran Bizantium pada abad ke VII Masehi.

Bangunan ini dikelola bersama oleh beberapa komunitas Gereja Kristen Tradisional seperti Gereja Katholik Roma, Gereja Ortodoks Yunani, Gereja Ortodoks Siria, dan Gereja Ortodoks Etiopia.

Dalam bangunan ini, terdapat beberapa makam dari tokoh Kristen seperti Raja Baldwin VI yang meninggal karena sakit kusta pada usia yang masih muda. Baldwin merupakan keturunan Geofrey dari Boillon, salah seorang pejuang pertama dalam Perang Salib Pertama.

Gereja ini merupakan salah satu situs yang sangat disucikan oleh banyak aliran umat Kristen mainstream, selain situs Gereja Kelahiran Yesus di Kota Betlehem, Palestina dan situs Gereja Keluarga Suci di Kota Nazaret, Israel Utara. Ribuan umat Kristen dari seluruh penjuru dunia mengunjungi Gereja ini untuk mengenangkan wafat dan kebangkitan Yesus Kristus, terutama dalam Perayaan Jumat Agung dan Minggu Paskah setiap tahun.

9. Westminster Abbey, Inggris
travelandleisure.com

Sejak didirikan oleh Edward the Confessor di tahun 1050, Westminster Abbey menjadi tempat pelantikan para keluarga Kerajaan Inggis. Sejarah mencatat ada 38 Raja Inggris yang dilantik di sana.

Gereja yang terletak di London ini memiliki nama asli Collegiate Church St. Peter. Oleh karena lokasinya yang berada di Westminster, gedung gereja ini pun dikenal dengan nama Wesminster Abbey.

Biarawan Benediktin pertama kali datang ke situs ini pada pertengahan abad ke-10 dan mendirikan tradisi ibadah sehari-hari yang berlanjut hingga saat ini. Abbey menjadi gereja sejak 1066. Gedung gereja saat ini yang dibangun oleh Henry III pada 1245 merupakan salah satu bangunan gothic yang paling penting di Inggris dengan kuil suci abad pertengahan bergaya anglo-saxon di pusatnya.

Apabila kita melihat dari atas maka bangunan bergaya gothic ini berbentuk salib raksasa. Bukan hanya bentuknya yang menarik, tapi juga ornamen dan hiasan di dinding yang mengundang para turis dari seluruh dunia untuk berkunjung.

Selain menjadi tempat pelantikan para keluarga Kerajaan Inggris, gereja ini juga menjadi pemakaman para keturunan Kerajaan Inggris, tercatat ada 17 Raja Inggris yang dimakamakan di sini. Ibunda William, Putri Diana ketika meninggal di tahun 1997 juga disemayamkan di gereja ini.

Secara turun-temurun, gereja ini juga dipakai sebagai upacara pernikahan anggota Kerajaan Inggris.

10. Hallgrímskirkja Church, Reykjavík - Islandia
natgeotraveller.in
Gereja ini terinspirasi dari bentuk yang diciptakan lava ketika mulai dingin menjadi batuan basal di Reykjavík, Islandia

Hallgrímskirkja  adalah gereja paroki Lutheran (Gereja Islandia) di Reykjavík, Islandia. Dengan ketinggian 74,5 meter (244 kaki), ini adalah gereja terbesar di Islandia dan di antara bangunan tertinggi di negara ini. Gereja ini dinamai menurut penyair dan pendeta Islandia Hallgrímur Pétursson (1614–1674), penulis Passion Hymns.

sumber : idntimes.com, wikipedia.org